Pengertian
Diabetes Melitus
(DM) atau biasa disebut dengan kencing manis adalah suatu penyakit dimana kadar
gula di dalam darah melebihi batas normal > 200 mg/dl karena tubuh tidak dapat menghasilkan atau
menggunakan insulin secara efektif. Kadar gula darah yang
tinggi dalam waktu yang lama dapat
menyebabkan kerusakan dan kegagalan berbagai organ, terutama mata, ginjal,
saraf, jantung, dan pembuluh darah.
Apa itu Insulin?
Insulin adalah hormon yang
dilepaskan oleh organ pankreas yang
bertanggung jawab dalam mempertahankan kadar gula yang normal. Insulin
memasukkan gula di dalam darah ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan
sebagai cadangan energi.
Tipe Diabetes Melitus
Diabetes Melitus terbagi menjadi beberapa tipe.
- DM tipe 1 (Diabetes
Insulin Dependent) umumnya mulai terjadi pada usia anak-remaja. Hal ini terjadi akibat lebih dari 90% dari sel pankreas yang
memproduksi insulin mengalami kerusakan secara permanen. Oleh karena itu insulin
yang diproduksi sedikit atau tidak langsung dapat diproduksikan sehingga
penderita DM tipe 1 harus bergantung pada penggunaan insulin.
- DM tipe 2 (Diabetes Insulin Independent) umumnya
terjadi pada usia dewasa hingga dewasa tua. Pada keadaan ini pankreas masih
dapat menghasilkan insulin tetapi kadar insulin yang dihasilkan tidak dapat
memenuhi kebutuhan ataupun insulin tidak dapat bekerja secara maksimal.
- DM
gestasional yaitu DM yang terjadi pada saat hamil yang disebabkan oleh gangguan
toleransi glukosa.
Faktor Resiko
Seseorang yang memiliki faktor risiko DM memiliki kemungkinan lebih
besar terkena DM, antara lain
- Riwayat keluarga menderita DM
- Kegemukan
- Kurangnya aktivitas fisik
- Riwayat
diabetes gestasional/DM saat hamil
- Hipertensi/tekanan darah tinggi
- HIperkolesterolemia/kadar kolestrol tinggi.
Gejala
Trias klasik
dari DM antara lain
- Polidipsi: Rasa haus yang berlebihan akibat darah yang terlalu kental karena kadar gula yang tinggi di dalam darah
- Polifagi: Merasa sering lapar akibat zat gula yang tidak bisa masuk ke dalam sel sementara kadar gula dalam darah tinggi. Hal ini yang menyebabkan penderita DM menjadi kurus padahal porsi makan meningkat
- Poliuri: Buang air
kecil lebih sering dari biasa (khas sering terbangun dari tidur untuk berkemih saat
malam hari dengan frekuensi > 2 kali). Hal ini disebabkan ginjal berusaha membuang kadar gula di dalam yang berlebih
Untuk dapat memastikan apakah seseorang mengalami DM harus
dilakukan pemeriksaan kadar gula darah.
Bukan DM
|
Belum Pasti DM
|
DM
|
||
Kadar Gula Darah Sewaktu ( tanpa puasa)
|
Plasma vena
|
<110
|
110-199
|
>200
|
Darah kapiler
|
<90
|
90-199
|
>200
|
|
Kadar Gula Darah Puasa (puasa minimal 6 jam)
|
Plasma vena
|
<110
|
110-125
|
>126
|
Darah kapiler
|
<90
|
90-109
|
>110
|
Pengobatan
Terdapat beberapa jenis obat DM yang biasa dipakai oleh dokter untuk mengontrol kadar gula darah pasien.
Golongan
|
Cara Kerja
|
Contoh
|
Sulfonilurea
|
Merangsang pankreas membentuk insulin
|
Glibenklamid, glimepiride, tolbutamid, klorpropamid,
glikuidon
|
Biguanid (pilihan utama DM tipe 2)
|
Meningkatkan sensitivitas insulin
|
Metformin (glucophage) , fenformin
|
meglitinid
|
Mengikat reseptor sulfonylurea
|
Repaglinid(novonom)
|
Acarbose
|
Penghambat alfa
glucosidase di usus
|
Akarbosa miglitol (Glucobay)
|
Insulin (pilihan utama DM tipe 1)
|
Merangsang pankreas membentuk insulin
|
Novorapid, levemir
|
Pencegahan
Selain
menggunakan obat dalam mengontrol gula darah juga dapat dilakukan dengan
- Mengatur pola makan dengan makan sedikit tetapi rutin dengan interval setiap 4 jam
- Hindari mengonsumsi makanan berpenyedap rasa, tinggi gula seperti teh manis, kue tar, dan yang banyak mengandung gula.
- Memperbaiki pola hidup dan aktifitas rutin seperti olahraga ringan (jalan kaki, bersepeda, senam)
- Yang paling penting dilakukan oleh penderita DM adalah mengontrol kadar gula darahnya. Kadar gula darah yang tidak terkontrol ( selau tinggi, kadang tinggi kadang rendah, sering atau terlalu rendah) dapat menimbulkan komplikasi pada pasien DM.
- Mengatur pola makan dengan makan sedikit tetapi rutin dengan interval setiap 4 jam
- Hindari mengonsumsi makanan berpenyedap rasa, tinggi gula seperti teh manis, kue tar, dan yang banyak mengandung gula.
- Memperbaiki pola hidup dan aktifitas rutin seperti olahraga ringan (jalan kaki, bersepeda, senam)
- Yang paling penting dilakukan oleh penderita DM adalah mengontrol kadar gula darahnya. Kadar gula darah yang tidak terkontrol ( selau tinggi, kadang tinggi kadang rendah, sering atau terlalu rendah) dapat menimbulkan komplikasi pada pasien DM.
Komplikasi
- Komplikasi akut antara lain Ketoasidosis diabetic, hyperglycemic hyperosmolar state (HHS).
- Komplikasi kronik antara lain retinopati (kerusakan saraf mata), nefropati (kerusakan ginjal), penyakit jantung, kerusakan pada saraf (neuropati), disfungsi seksual.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar