Selasa, 06 Februari 2018

Diabetes Melitus: Pengertian, Tipe, Faktor Resiko, Gejala, Pengobatan, Pencegahan, dan Kompliikasi



Pengertian

Diabetes Melitus (DM) atau biasa disebut dengan kencing manis adalah suatu penyakit dimana kadar gula di dalam darah melebihi batas normal > 200 mg/dl karena tubuh tidak dapat menghasilkan atau menggunakan insulin secara efektif. Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu yang lama  dapat menyebabkan kerusakan dan kegagalan berbagai organ, terutama mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah.

Apa itu Insulin?

            Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh organ pankreas yang  bertanggung jawab dalam mempertahankan kadar gula yang normal. Insulin memasukkan gula di dalam darah ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi.

Tipe Diabetes Melitus

Diabetes Melitus terbagi menjadi beberapa tipe.
- DM tipe 1 (Diabetes Insulin Dependent) umumnya mulai terjadi pada usia anak-remaja.  Hal ini terjadi akibat lebih dari 90% dari sel pankreas yang memproduksi insulin mengalami kerusakan secara permanen. Oleh karena itu insulin yang diproduksi sedikit atau tidak langsung dapat diproduksikan sehingga penderita DM tipe 1 harus bergantung pada penggunaan insulin.
- DM tipe 2 (Diabetes Insulin Independent) umumnya terjadi pada usia dewasa hingga dewasa tua. Pada keadaan ini pankreas masih dapat menghasilkan insulin tetapi kadar insulin yang dihasilkan tidak dapat memenuhi kebutuhan ataupun insulin tidak dapat bekerja secara maksimal.
- DM gestasional yaitu DM yang terjadi pada saat hamil yang disebabkan oleh gangguan toleransi glukosa.

Faktor Resiko

Seseorang yang memiliki faktor risiko DM memiliki kemungkinan lebih besar terkena DM, antara lain
- Riwayat keluarga menderita DM
- Kegemukan
- Kurangnya aktivitas fisik
- Riwayat diabetes gestasional/DM saat hamil
- Hipertensi/tekanan darah tinggi
- HIperkolesterolemia/kadar kolestrol tinggi.

Gejala

Trias klasik dari DM antara lain 
- Polidipsi: Rasa haus yang berlebihan akibat darah yang terlalu kental karena kadar gula yang tinggi di dalam darah
- Polifagi: Merasa sering lapar akibat zat gula yang tidak bisa masuk ke dalam sel sementara kadar gula dalam darah tinggi. Hal ini yang menyebabkan penderita DM menjadi kurus padahal porsi makan meningkat
- Poliuri: Buang air kecil lebih sering dari biasa (khas sering terbangun dari tidur untuk berkemih saat malam hari dengan frekuensi > 2 kali). Hal ini disebabkan ginjal berusaha membuang kadar gula di dalam yang berlebih

Untuk dapat memastikan apakah seseorang mengalami DM harus dilakukan pemeriksaan kadar gula darah.


Bukan DM
Belum Pasti DM
DM
Kadar Gula Darah Sewaktu ( tanpa puasa)
Plasma vena
<110
110-199
>200

Darah kapiler
<90
90-199
>200
Kadar Gula Darah Puasa (puasa minimal 6 jam)
Plasma vena
<110
110-125
>126

Darah kapiler
<90
90-109
>110

Pengobatan

Terdapat beberapa jenis obat DM yang biasa dipakai oleh dokter untuk mengontrol kadar gula darah pasien.

Golongan
Cara Kerja
 Contoh
Sulfonilurea 
Merangsang pankreas membentuk insulin
Glibenklamid, glimepiride, tolbutamid, klorpropamid, glikuidon
Biguanid (pilihan utama DM tipe 2)
Meningkatkan sensitivitas insulin
Metformin (glucophage) , fenformin
meglitinid
Mengikat reseptor sulfonylurea
Repaglinid(novonom)
Acarbose
Penghambat alfa glucosidase di usus
Akarbosa miglitol (Glucobay)
Insulin (pilihan utama DM tipe 1)
Merangsang pankreas membentuk insulin
Novorapid, levemir


Pencegahan

Selain menggunakan obat dalam mengontrol gula darah juga dapat dilakukan dengan
- Mengatur pola makan dengan makan sedikit tetapi rutin dengan interval setiap 4 jam
- Hindari mengonsumsi makanan berpenyedap rasa, tinggi gula seperti teh manis, kue tar, dan yang banyak mengandung gula.
- Memperbaiki pola hidup dan aktifitas rutin seperti olahraga ringan (jalan kaki, bersepeda, senam)
- Yang paling penting dilakukan oleh penderita DM adalah mengontrol kadar gula darahnya. Kadar gula darah yang tidak terkontrol ( selau tinggi, kadang tinggi kadang rendah, sering atau terlalu rendah) dapat menimbulkan komplikasi pada pasien DM.

Komplikasi

- Komplikasi akut antara lain Ketoasidosis diabetic, hyperglycemic hyperosmolar state (HHS).
- Komplikasi kronik antara lain retinopati (kerusakan saraf mata), nefropati (kerusakan ginjal), penyakit jantung, kerusakan pada saraf (neuropati), disfungsi seksual.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar