PENGERTIAN
Hipertensi adalah meningkatnya tekanan darah sistolik
lebih besar dari 140 mmHg dan atau
diastolik lebih besar dari 90 mmHg
pada dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup
istirahat (tenang).
Hipertensi
merupakan suatu penyakit kronis yang sering disebut silent
killer karena pada umumnya pasien tidak mengetahui bahwa mereka menderita penyakit
hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Selain itu penderita hipertensi
umumnya tidak mengalami suatu tanda atau gejala sebelum terjadi komplikasi.
KATEGORI
Kategori
|
TekananDarahSistolik
|
TekananDarahDiastolik
|
Normal
|
Dibawah 130
mmHg
|
Dibawah 85
mmHg
|
Normal tinggi
|
130-139 mmHg
|
85-89 mmHg
|
Stadium 1
(Hipertensi ringan)
|
140-159 mmHg
|
90-99 mmHg
|
Stadium 2
(Hipertensi sedang)
|
160-179 mmHg
|
100-109 mmHg
|
Stadium 3
(Hipertensi berat)
|
180-209 mmHg
|
110-119 mmHg
|
Stadium 4
(Hipertensi maligna)
|
210 mmHg atau
lebih
|
120 mmHg atau
lebih
|
FAKTOR PEMICU
Faktor
pemicu hipertensi dibedakan menjadi 2 yaitu
·
Faktor yang tidak dapat dirubah
1.
Riwayat keluarga
Mempertinggi
risiko terkena hipertensi, terutama pada hipertensi primer
(essensial).
2.
Jenis kelamin
Pria lebih banyak mengalami kemungkinan menderita
hipertensi dari pada wanita.
3.
Ras/etnik
Hipertensi biasa sering muncul pada etnik AfrikaAmerika dewasa dari pada Kaukasia atau AmerikaHispanik
4.
umur
Usia
>40 tahun 17 kali lebih berisiko dibandingkan yang berusia <40 tahun).
Pada laki-laki meningkat pada usia lebih dari 45 tahun sedangkan pada wanita meningkat
pada usia lebih dari 55 tahun.
·
Faktor yang dapat dirubah
1. Obesitas (Kegemukan)
Risiko
relative untuk menderita hipertensi pada orang gemuk 5 kali lebih tinggi dibandingkan
dengan seorang yang badannya normal.
2. Kurangnya aktivitas fisik
Hal
tersebut dikarenakan otot jantung bekerja lebih keras pada setiap kontraksi sehingga
meningkatkan tahanan perifer yang menyebabkan kenaikkan tekanan darah.
3. Perilaku merokok
Kandungan
bahan kimia dalam tembakau juga dapat merusak dinding pembuluh darah dan dapat menyebabkan
penyempitan pembuluh darah.
4. Konsumsi makanan yang mengandung garam (natrium),
lemak jenuh dan alkohol secara berlebihan.
5. Psikososial dan stress berat
Hal ini dapat merangsang
kelenjar anak ginjal melepaskan hormon adrenalin dan memacu jantung berdenyut lebih
cepat serta lebih kuat, sehingga tekanan darah akan meningkat.
KLASIFIKASI
·
Hipertensi Esensial (Hipertensi Primer)
Hipertensi
yang tidak diketahui penyebabnya atau disebut juga hipertensi idiopatik. Sering
dialami oleh penderita hipertensi sekitar 95% kasus.
·
HipertensiSekunder
Terdapat
sekitar 5% kasus hippertensi sekunder. Penyebab spesifiknya diketahui, seperti penggunaan
estrogen, penyakit ginjal, hipertensi vaskular renal, hiperaldosteronisme
primer, dan sindrom Cushing, feokromositoma, koartasio aorta, hipertensi yang
berhubungan dengan kehamilan, dan lain-lain.
TANDA dan GEJALA
Pada pemeriksaan
fisik jarang dijumpai kelainan apapun selain tekanan darah yang tinggi, tetapi dapat
pula ditemukan gejala lain yaitu
ü Sakit kepala bagian
belakang
ü Sulit tidur
ü gelisah
ü kepala pusing
ü dada
berdebar-debar
ü kaku kuduk
ü lemas
ü sesak nafas
ü berkeringat
ü mual dan muntah
PENATALAKSANAAN
Tujuan
pengobatan hipertensi adalah:
1.
Normal: Target tekanan darah yatiu <140/90
mmHg
2.
diabetes melitus, gagal ginjal: target tekanan darah
adalah <130/80 mmHg.
2.
Penurunan penyakit kardiovaskuler.
3.
Menghambat laju penyakit ginjal.
Non
Farmakologis (TERPENTING)
a.
Menurunkan berat badan apabila status gizi berlebih.
b. Meningkatkan aktifitas fisik antara 30-45 menit sebanyak >3x/hari,
penting sebagai pencegahan primer dari hipertensi.
c.
Mengurangi asupan natrium
d.
Menurunkan konsumsi kafein dan alkohol
e.
Ciptakan keadaan rileks sepertimeditasi, yoga atau hipnosis
Farmakologis
Golongan
|
NamaObat
|
ACE inhibitor
|
Benazepril, Captopril,
Enalapril, Lisinori, Ramipril, Tanapres
|
Antagonis Aldosteron
|
Eplerenon, Spironolakton/HCT
|
Penyekat reseptor angiotensin
|
Kandesartan, Eprosartan, Irbesartan, Losartan, Olmesartan,
Telmisartan, Valsartan
|
Penyekat beta
|
Atenolol, Betaxolol, Bisoprolol, Metoprolol, Nadolol, Propranolol,
Propranolol LA, Timolol, Sotalol
|
Antagonis kalsium
|
Dihidropiridin, Amlodipin,
Felodipin, Isradipin, Isradipin SR, Lekarnidipin, Nicardipin SR, Nifedipin LA,
Nisoldipin, Diltiazem SR, Verapamil SR
|
Penyekat alfa-1
|
Doxazosin, Prazosin,
Terazosin
|
Agonissentral α-2
|
Klonidin, Metildopa
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar