Selasa, 06 Februari 2018

Hipertensi, Pengertian, Kategori, Faktor Pemicu, Klasifikasi, Tanda dan Gejala, Penatalaksanaan


PENGERTIAN
Hipertensi adalah meningkatnya tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan atau diastolik lebih besar dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup istirahat (tenang).
Hipertensi merupakan suatu penyakit kronis yang sering disebut silent killer karena pada umumnya pasien tidak mengetahui bahwa mereka menderita penyakit hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Selain itu penderita hipertensi umumnya tidak mengalami suatu tanda atau gejala sebelum terjadi komplikasi.

KATEGORI
Kategori
TekananDarahSistolik
TekananDarahDiastolik
Normal
Dibawah 130 mmHg
Dibawah 85 mmHg
Normal tinggi
130-139 mmHg
85-89 mmHg
Stadium 1
(Hipertensi ringan)
140-159 mmHg
90-99 mmHg
Stadium 2
(Hipertensi sedang)
160-179 mmHg
100-109 mmHg
Stadium 3
(Hipertensi berat)
180-209 mmHg
110-119 mmHg
Stadium 4
(Hipertensi maligna)
210 mmHg atau lebih
120 mmHg atau lebih


FAKTOR PEMICU
Faktor pemicu hipertensi dibedakan menjadi 2 yaitu
·        Faktor yang tidak dapat dirubah
1.     Riwayat keluarga
Mempertinggi risiko terkena hipertensi, terutama pada hipertensi primer
(essensial).
2.     Jenis kelamin
Pria lebih banyak mengalami kemungkinan menderita hipertensi dari pada wanita.
3.     Ras/etnik
Hipertensi biasa sering muncul pada etnik AfrikaAmerika dewasa dari pada Kaukasia atau AmerikaHispanik
4.     umur
Usia >40 tahun 17 kali lebih berisiko dibandingkan yang berusia <40 tahun). Pada laki-laki meningkat pada usia lebih dari 45 tahun sedangkan pada wanita meningkat pada usia lebih dari 55 tahun.

·        Faktor yang dapat dirubah
1.     Obesitas (Kegemukan)
Risiko relative untuk menderita hipertensi pada orang gemuk 5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan seorang yang badannya normal.
2.     Kurangnya aktivitas fisik
Hal tersebut dikarenakan otot jantung bekerja lebih keras pada setiap kontraksi sehingga meningkatkan tahanan perifer yang menyebabkan kenaikkan tekanan darah.
3.     Perilaku merokok
Kandungan bahan kimia dalam tembakau juga dapat merusak dinding pembuluh darah dan dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah.
4.     Konsumsi makanan yang mengandung garam (natrium), lemak jenuh dan alkohol secara berlebihan.

5.     Psikososial dan stress berat
Hal ini dapat merangsang kelenjar anak ginjal melepaskan hormon adrenalin dan memacu jantung berdenyut lebih cepat serta lebih kuat, sehingga tekanan darah akan meningkat.

KLASIFIKASI
·        Hipertensi Esensial (Hipertensi Primer)
Hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya atau disebut juga hipertensi idiopatik. Sering dialami oleh penderita hipertensi sekitar 95% kasus.
·        HipertensiSekunder
Terdapat sekitar 5% kasus hippertensi sekunder. Penyebab spesifiknya diketahui, seperti penggunaan estrogen, penyakit ginjal, hipertensi vaskular renal, hiperaldosteronisme primer, dan sindrom Cushing, feokromositoma, koartasio aorta, hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan, dan lain-lain.

TANDA dan GEJALA
Pada pemeriksaan fisik jarang dijumpai kelainan apapun selain tekanan darah yang tinggi, tetapi dapat pula ditemukan gejala lain yaitu
ü Sakit kepala bagian belakang
ü Sulit tidur
ü gelisah
ü kepala pusing
ü dada berdebar-debar
ü kaku kuduk
ü lemas
ü sesak nafas
ü berkeringat
ü mual dan muntah

PENATALAKSANAAN
Tujuan pengobatan hipertensi adalah:
1.     Normal: Target tekanan darah yatiu <140/90 mmHg
2.     diabetes melitus, gagal ginjal: target tekanan darah adalah <130/80 mmHg.
2. Penurunan penyakit kardiovaskuler.
3. Menghambat laju penyakit ginjal.

Non Farmakologis (TERPENTING)
a. Menurunkan berat badan apabila status gizi berlebih.
b. Meningkatkan aktifitas fisik antara 30-45 menit sebanyak >3x/hari, penting sebagai pencegahan primer dari hipertensi.
c. Mengurangi asupan natrium
d. Menurunkan konsumsi kafein dan alkohol
e. Ciptakan keadaan rileks sepertimeditasi, yoga atau hipnosis

Farmakologis
Golongan
NamaObat
ACE inhibitor
Benazepril, Captopril, Enalapril, Lisinori, Ramipril, Tanapres
Antagonis Aldosteron
Eplerenon, Spironolakton/HCT
Penyekat reseptor angiotensin
Kandesartan, Eprosartan, Irbesartan, Losartan, Olmesartan, Telmisartan, Valsartan
Penyekat beta
Atenolol, Betaxolol, Bisoprolol, Metoprolol, Nadolol, Propranolol, Propranolol LA, Timolol, Sotalol
Antagonis kalsium
Dihidropiridin, Amlodipin, Felodipin, Isradipin, Isradipin SR, Lekarnidipin, Nicardipin SR, Nifedipin LA, Nisoldipin, Diltiazem SR, Verapamil SR
Penyekat alfa-1
Doxazosin, Prazosin, Terazosin
Agonissentral    α-2
Klonidin, Metildopa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar